Langkah-Langkah dalam Web Development untuk E-commerce

web development ecommerce

Semakin meningkatnya minat masyarakat untuk berbelanja online membuat bisnis e-commerce kian menjanjikan. Bagi Anda yang sedang kesulitan mencari pekerjaan atau ingin menjadi bos dengan penghasilan yang menggiurkan, menjalankan bisnis e-commerce patut diperhitungkan. Hanya saja, untuk bisa menjalankan bisnis ini, Anda harus melakukan web development. Jika tidak begitu paham tentang web development, Anda bisa mengadakan kerjasama dengan digital marketing agency yang tidak hanya punya nama tetapi juga dari sisi durasi berdiri sudah cukup lama, memiliki praktisi yang handal & berpengalaman, serta track record yang bagus. Kalau percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki pun tidak masalah, berikut ini langkah-langkahnya:

Buat layout theme sesuai kebutuhan

Untuk pertama kalinya, Anda harus membuat layout theme (bisa dengan Adobe Photoshop atau Corel Draw) sesuai dengan kebutuhan. Mengingat untuk website e-commerce, contoh layout theme-nya kurang lebih seperti ini:

layout theme ecommerce2

Termasuk dalam langkah ini, Anda juga harus punya plan untuk menggunakan font apa, warna-warna yang digunakan apa saja, sekaligus fitur-fitur apa saja yang akan digunakan dalam website e-commerce ini. Sebagai saran:

  • Untuk warna, pilihlah sesuai dengan produk yang ditawarkan. Seperti halnya menawarkan produk makanan siap saji, pilih warna yang menggugah selera makan seperti orange, merah, atau lainnya.
  • Untuk fitur, upayakan ada fitur dual bahasa mengingat pengunjung website bisa berasal dari mana saja. Kolom search juga tak boleh dilewatkan karena fitur ini bakal memudahkan pengunjung atau calon konsumen menemukan produk yang dibutuhkan atau diinginkan. Fitur live chat juga penting untuk ditampilkan sebagai upaya untuk memberikan feedback yang cepat pada pengunjung atau calon konsumen.

Kalau memang tidak terlalu yakin dengan layout theme yang dibuat sendiri, coba Anda konsultasi dengan web design Jakarta.

Potong gambar yang telah dibuat dengan CSS & lakukan coding

CSS (Cascading Style Sheet) merupakan bahasa yang digunakan mengatur format (gambar, border, teks, dll) yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML. Berikut ini cara untuk crop gambar dengan CSS:

HTML Kode:

<div class=”website”>

<img src=’http://your-source.com” alt=”alt” />

<div>

CSS Kode:

.website {

width: 400px;

height: 200px;

overflow: hidden;

}

.website img {

width: 100px;

}

Anda juga bakal melakukan coding guna menterjemahkan perintah-perintah yang ditulis dalam bahasa program sehingga dapat diterima oleh komputer.

  • PHP (Hypertext Prepocessor). PHP bisa dijalankan dengan server Linux, Unix, Solaris, & Windows. PHP merupakan bahasa pemprograman yang bisa dibilang paling banyak digunakan karena bisa terkoneksi dengan database MYSQL (gratis). Di samping itu, load-nya terbilang lebih cepat. Facebook & WordPress, dua website yang menggunakan bahasa pemprograman PHP.
  • JSP (Java Server Page). JSP bisa dijalankan dengan server Java. JSP merupakan bahasa pemprograman yang menggabungkan HTML, scripting tag, serta program Java. JSP juga bisa menggunakan database gratis, MYSQL.
  • ASP (Active Server Pages). ASP hanya bisa dijalankan dengan server Windows. Untuk bisa terkoneksi, harus membeli database MS-SQL produk Microsoft. Bahasa pemprograman yang digunakan yakni VBScript, Jscript.

Penting! Mengingat Anda akan membangun website untuk e-commerce, jangan hanya fokus tampilan luar saja tetapi juga pikirkan tampilan dalam (dashboard untuk mempermudah mengatur tampilan website sekaligus mengelola jualan).

Lakukan pengecekan

Setelah website e-commerce sudah dibilang memiliki tampilan yang sempurna, jangan segera mengisi etalase online dengan produk yang ditawarkan. Disarankan untuk melakukan pengecekan sebelumnya. Seperti halnya, fitur-fitur yang dipasang seperti kotak pencarian, dual bahasa, live chat, dll sudah bekerja maksimal atau belum. Loading website juga penting dicek, apakah kecepatannya sudah sesuai kriteria atau belum. Sejatinya, loading website sangat menentukan ketertarikan konsumen untuk berkunjung atau tidak. Tips lainnya bisa Anda ikuti dahulu akun Google+ di https://plus.google.com/112996022182484872282/about.

Setelah melakukan web development, Anda baru bisa upload gambar produk menarik yang bakal ditawarkan, upload konten untuk blog, dan aktivitas lainnya. By the way, jangan lupa untuk maintenance agar website e-commerce selalu dapat diindeks oleh mesin pencari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *